BANTUL, DISPUSIP — Dalam upaya memperkuat sistem pendataan dan pemetaan kapasitas literasi secara menyeluruh di tingkat daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Sosialisasi Pengisian Survei Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026. Kegiatan yang krusial bagi pengembangan perpustakaan daerah ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pemilihan momentum ini bertepatan dengan mulainya tahapan evaluasi tahunan kinerja literasi di wilayah Kabupaten Bantul.
Sosialisasi resmi ini mengambil tempat di Rumah Makan Gendal Gendul, yang berlokasi di Jalan Parangtritis No. 18, Ngaglik, Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Tempat tersebut dipilih untuk mengakomodasi seluruh peserta dalam suasana yang kondusif. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, S.E., M.M. Dalam sambutan pembukanya, beliau menegaskan bahwa ketersediaan data yang terukur dan objektif merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan literasi yang tepat sasaran.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didampingi secara langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Kabupaten Bantul, Endri Astuti, S.IP., beserta jajaran pejabat struktural terkait yang mengawal jalannya seluruh rangkaian acara sosialisasi.
Agenda sosialisasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memberikan pemahaman teknis yang mendalam mengenai mekanisme pengisian instrumen survei IPLM dan TKM. Hal ini dimaksudkan agar proses pengumpulan data di lapangan tidak mengalami hambatan struktural maupun teknis. Selain itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan untuk menjamin validitas serta akurasi data koleksi, sarana prasarana, tenaga pengelola, dan tingkat partisipasi masyarakat yang dihimpun dari unit-unit perpustakaan sekolah.
Acara ini dihadiri oleh para pengelola perpustakaan Sekolah Dasar (SD) dari seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Kehadiran para pengelola perpustakaan SD ini menjadi elemen kunci mengingat sekolah dasar merupakan basis pembentukan budaya membaca sejak usia dini. Untuk memberikan pengarahan yang komprehensif, Dispusip Kabupaten Bantul menghadirkan narasumber dari jajaran Pustakawan Dispusip Bantul yang memiliki keahlian dan pemahaman mendalam terkait metodologi survei literasi nasional.
Sepanjang sesi pemaparan, narasumber membedah secara rinci setiap variabel yang ada dalam kuesioner IPLM dan TKM, mulai dari indikator ketersediaan buku, kecukupan pustakawan, hingga frekuensi kunjungan pemustaka di perpustakaan sekolah. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, di mana para pengelola perpustakaan SD memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kendala teknis pencatatan data yang kerap dihadapi di satuan pendidikan masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Dispusip Kabupaten Bantul dan para pengelola perpustakaan SD untuk terus bersinergi demi mewujudkan ekosistem literasi yang unggul dan berkelanjutan di Kabupaten Bantul.

Peserta antusias mengikuti acara sosialisasi
