Sinergi Legislatif dan Literasi: Dispusip Kabupaten Bantul Bersama DPRD Gelar Bedah Buku Pertanian di Banjarharjo, Dlingo

BANTUL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul kembali memperkuat sinergi lintas sektor guna menggerakkan budaya literasi di tengah masyarakat. Kali ini, kegiatan bedah buku tematik diselenggarakan bekerja sama dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid, sebagai wujud nyata komitmen mendekatkan ilmu pengetahuan terapan kepada warga. Rangkaian kegiatan literasi yang sarat akan edukasi ini dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026. Bertempat di Pendopo Padukuhan Banjarharjo, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, acara tersebut sukses menyedot perhatian ratusan warga setempat yang hadir sejak pagi hari.

 

Adapun fokus utama dari kegiatan bedah buku kali ini mengusung karya literatur terapan berjudul "Budidaya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi PATBO Super". Pemilihan materi ini dinilai sangat strategis mengingat sebagian besar wilayah di Kapanewon Dlingo memiliki karakteristik geografis berupa lahan pertanian tadah hujan. Pelaksanaan acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Kabupaten Bantul, Endri Astuti. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, melainkan juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan sehari-hari warga melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

 

Hadir pula dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid, yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program literasi kerakyatan. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi antara legislatif dan instansi pemerintah daerah sangat krusial dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta memajukan sektor pertanian modern di pedesaan. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti Pendopo Padukuhan Banjarharjo yang berarsitektur tradisional kayu. Kehadiran para tokoh masyarakat, kelompok tani, pegiat literasi, serta warga setempat mencerminkan antusiasme tinggi terhadap upaya peningkatan wawasan agraris melalui buku.

 

Buku yang dibedah dalam acara ini mengupas secara mendalam mengenai Teknologi PATBO Super (Padi Tanam Benjar Oplosan/Teknologi Adaptif Berbasis Organik). Teknologi inovatif tersebut disajikan sebagai jawaban atas tantangan para petani di lahan tadah hujan agar tetap mampu mendongkrak produktivitas panen secara optimal di tengah dinamika cuaca.

 

Sesi pemaparan materi dari narasumber utama berjalan dengan interaktif dan disambut antusias oleh para peserta. Para petani tampak antusias mencatat poin-poin penting terkait teknik pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, hingga pengelolaan sistem pengairan alternatif yang efisien. Sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator menjadi salah satu momen paling dinamis dalam acara ini. Berbagai pertanyaan kritis seputar hambatan riil di lapangan dilontarkan oleh para petani, yang kemudian dijawab secara tuntas dan aplikatif oleh narasumber dan pembedah buku.

 

Melalui sinergi antara Dispusip Kabupaten Bantul, DPRD Kabupaten Bantul, dan pemerintah kalurahan setempat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca sekaligus memantik motivasi warga desa untuk terus berinovasi. Buku panduan pertanian tidak lagi sekadar koleksi perpustakaan, melainkan menjadi pegangan praktis yang langsung diterapkan di lahan pertanian warga.

 

Pemerintah Kalurahan Muntuk beserta pamong padukuhan Banjarharjo menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Mereka berharap program jemput bola literasi semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat di wilayah Dlingo. Sebagai penutup rangkaian kegiatan pada Senin siang tersebut, dilakukan penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani serta sesi foto bersama. Kebersamaan antara jajaran pejabat Dispusip Bantul, anggota legislatif, dan warga masyarakat terabadikan dalam suasana yang penuh optimisme.

 

Dispusip Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program literasi tematik ke berbagai pelosok wilayah kabupaten. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pemerataan akses informasi dan ilmu pengetahuan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat padukuhan. Dengan suksesnya penyelenggaraan bedah buku di Banjarharjo, Muntuk, Dlingo ini, literasi masyarakat Kabupaten Bantul kembali menorehkan catatan penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi berbasis ilmu pengetahuan terapan.

 

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama