Rabu, 14 Oktober 2026 Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul melakukan Kunjungan Kerja ke Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dispusip, Dian Mutiara Sri Rahmawati, Kepala Bidang Kearsipan, Sri Mulyanti serta Arsiparis Bidang Kearsipan. Kunjungan Kerja ini diterima oleh Plh. Kepala Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir, Andhika Bangun Taji beserta karyawan.

Kegiatan kunjungan kerja ke Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (BGPGP) menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan informasi geospasial, pelestarian arsip, serta pentingnya menjaga warisan sejarah dan lingkungan di Kabupaten Bantul. Dalam kunjungan ini, Bidang Kearsipan Dispusip berkesempatan mengenal lebih dekat peran Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir dalam mendukung kegiatan penelitian, pemetaan, pendokumentasian, serta pengelolaan informasi geospasial, khususnya yang berkaitan dengan kawasan pesisir selatan Yogyakarta.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Gumuk Pasir Parangtritis, bentang alam unik yang menyimpan nilai penting dari sisi ilmu pengetahuan, lingkungan, sejarah, dan kehidupan sosial budaya masyarakat. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan. Tidak hanya memiliki keunikan dari segi bentang alam, Gumuk Pasir Parangtritis juga menyimpan rekam jejak perjalanan panjang penelitian, pemetaan, konservasi, serta pengelolaan kawasan pesisir. Berbagai dokumen, peta, foto udara, citra, laporan teknis, dan dokumen kebijakan menjadi sumber informasi penting untuk memahami perubahan kawasan tersebut dari masa ke masa.
Kabar membanggakan, Arsip Gumuk Pasir Parangtritis Yogyakarta Tahun 1921–2025 telah ditetapkan sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Periode I Tahun 2026 oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penetapan ini menjadi pengakuan atas nilai penting arsip Gumuk Pasir sebagai sumber pengetahuan, sejarah, dan memori bersama bangsa Indonesia. Arsip tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga, yaitu Badan Informasi Geospasial (BIG), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Bappeda Kabupaten Bantul, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, serta Biro PIWP2 Setda DIY selaku Badan Pengelola Geopark Jogja.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya arsip sebagai sumber informasi dan bukti sejarah semakin meningkat. Arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, melainkan sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian, pendidikan, perencanaan pembangunan, dan pengambilan kebijakan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian arsip perlu dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, hingga penyediaan akses informasi bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, nilai informasi dan kesejarahan yang terkandung di dalam arsip dapat terus terjaga.
Selain itu, keberadaan arsip Gumuk Pasir sebagai Memori Kolektif Bangsa menunjukkan bahwa dokumentasi yang dikelola secara baik mampu merekam hubungan antara manusia, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan perkembangan wilayah. Arsip menjadi penghubung antara pengalaman masa lalu, kebutuhan masa kini, dan kepentingan generasi mendatang.
Melalui kegiatan kunjungan kerja ke Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir, tahapan setiap proses pemilihan tema dari awal pengajuan sampai menghasilkan Arsip Memori Kolektif Bangsa dijelaskan secara komplit. Membutuhkan waktu yang tidak singkat, yaitu kurang lebih 2 tahun dalam proses penyusunan Arsip Gumuk Pasir sampai bisa menjadi Memori Kolektif Bangsa. Manfaat dari kunjungan kerja ini yaitu bertambahnya pengetahuan baru terkait proses penyusunan Memori Kolektif Bangsa agar kedepannya tema yang diangkat menarik dari sisi kebudayaan, sejarah, maupun pariwisata. Arsip terjaga, pengetahuan terpelihara, dan memori kolektif bangsa tetap lestari. Mari bersama menjaga arsip dan melestarikan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai bagian dari kekayaan sejarah, ilmu pengetahuan, dan identitas bangsa Indonesia.
