BANTUL, DISPUSIP — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul terus berkomitmen memajukan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi terapan. Pada hari ini, Rabu, 23 September 2026, Dispusip Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Inklusi Sosial Berbasis Buku bertajuk "Sukses Cuan Usaha Budidaya Lele di Kolam Terpal".
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB ini bertempat di kediaman Bapak Busron Arif Sujono, yang beralamat di Jalan Parangtritis Km 8,9 Tembi RT 8, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis untuk mengaplikasikan secara langsung teori serta praktik budidaya perikanan darat. Kegiatan literasi berbasis pemberdayaan masyarakat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, S.H., M.M.. Kehadiran pimpinan dinas secara langsung menegaskan besarnya komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas hidup warga melalui optimalisasi fungsi perpustakaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas didampingi oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Kabupaten Bantul, Endri Astuti, S.IP.. Jajaran Pustakawan Dispusip Bantul turut hadir mengawal seluruh rangkaian acara agar berjalan tertib, sistematis, dan berdaya guna. Penyelenggaraan pelatihan ini terlaksana atas kerja sama strategis dan sinergis antara Dispusip Kabupaten Bantul dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul Agung Laksmono. Kemitraan ini menjadi wujud nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengalokasikan program-program produktif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.
Untuk membedah materi secara komprehensif, pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Busron Arif Suyono. Kedua pemateri memberikan pembekalan teoritis maupun praktis yang diselaraskan dengan referensi buku-buku panduan terapan koleksi perpustakaan. Dalam paparan materinya, beliau memfokuskan pembekalan pada teknik budidaya lele menggunakan media kolam terpal, mulai dari persiapan media, pemeliharaan air, pemilihan benih unggul, pola pemberian pakan, hingga strategi pemasaran. Pemilihan topik budidaya lele kolam terpal didasari oleh efisiensi pemanfaatan lahan terbatas serta potensi pasarnya yang sangat terbuka di wilayah Kabupaten Bantul.
Peserta yang hadir tampak antusias menyimak setiap penjelasan dari narasumber. Sesi diskusi dan praktik lapangan interaktif yang dipandu langsung oleh para narasumber memberi kesempatan bagi warga untuk berkonsultasi mengenai kendala teknis budidaya perikanan. Dispusip Bantul, berharap pelatihan bersama narasumber Praktisi Budidaya Lele, Busron Arif Suyono ini dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru di sektor perikanan yang mandiri. Beliau menegaskan bahwa literasi yang berdaya guna adalah literasi yang mampu menciptakan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Rangkaian kegiatan Pelatihan Inklusi Sosial Berbasis Buku ini ditutup pada pukul 12.30 WIB dengan lancar dan sukses. Dispusip Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program literasi aplikatif serupa secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Bantul.


