BANTUL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul kembali mengambil langkah nyata dalam mengoptimalkan pemetaan budaya baca dan kapasitas literasi daerah. Pada Minggu kedua ini pelaksanaan kegiatan, yaitu pada hari Senin, Selasa, dan Rabu 12, 13, dan 14 Oktober 2026. Dispusip Bantul menggelar Sosialisasi Pengisian Survei Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026 (Part 1). Agenda penting ini diselenggarakan bertepatan dengan dimulainya periode evaluasi tahunan untuk mengukur capaian kinerja literasi di seluruh penjuru Kabupaten Bantul.
Bertempat di Rumah Makan Gendal Gendul yang berlokasi di Jalan Parangtritis No. 18, Ngaglik, Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan kondusif. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat representatif untuk mengakomodasi seluruh rangkaian acara serta memberikan kenyamanan bagi para peserta selama menyimak materi. Pada Minggu kedua ini, fokus peserta ditujukan khusus kepada para pengelola perpustakaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bantul, Pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) dan pengelola Perpustakaan Kapanewon.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dispusip Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, S.E., M.M. Dalam pengarahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun budaya literasi yang kuat di Kabupaten Bantul. Beliau juga mengapresiasi kehadiran para peserta yang tetap berkomitmen tinggi dalam mendukung program pemetaan literasi daerah di tengah kesibukan mengelola perpustakaan di sekolah masing-masing.
Lebih lanjut, Dian Mutiara Sri Rahmawati menyampaikan bahwa data literasi yang valid, presisi, dan terintegrasi adalah kunci utama dalam merancang program pengembangan perpustakaan yang adaptif dan bernilai guna tinggi. Tanpa basis data yang akurat, perumusan kebijakan literasi di tingkat daerah berisiko tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, pengisian survei IPLM dan TKM ini menjadi instrumen evaluasi mendasar yang sangat menentukan arah kebijakan literasi Bantul ke depan.
Turut mendampingi dalam pembukaan dan jalannya kegiatan, Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Kabupaten Bantul, Endri Astuti, S.IP., bersama jajaran pejabat struktural terkait yang mengawal kelancaran seluruh rangkaian acara. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen penuh Dispusip Bantul dalam memberikan pengawalan penuh terhadap peningkatan kualitas tata kelola perpustakaan di lingkungan sekolah.
Penyelenggaraan sosialisasi ini dirancang sebagai acuan teknis agar pengisian instrumen kuesioner IPLM dan TKM berjalan mulus tanpa kendala administratif maupun operasional. Pembekalan yang diberikan mencakup petunjuk praktis hingga pemecahan masalah teknis yang sering kali ditemui saat penginputan data. Langkah persiapan ini diambil untuk memastikan seluruh pengelola memiliki pemahaman metodologi yang seragam.
Langkah ini sangat krusial guna menjamin bahwa data terkait koleksi bahan pustaka, fasilitas sarana-prasarana, kualifikasi SDM, hingga tingkat aktivitas pemustaka di unit perpustakaan sekolah tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Validitas data ini nantinya akan menjadi bagian penting dari rekapitulasi capaian pemetaan literasi tingkat provinsi hingga nasional.
Untuk memberikan pembekalan mendalam, Dispusip Bantul menghadirkan tim narasumber dari jajaran Pustakawan Ahli Dispusip Bantul yang berpengalaman dalam metodologi pemetaan literasi nasional. Para narasumber membagikan wawasan mengenai standar pengelolaan perpustakaan sekolah yang ideal serta trik praktis dalam melakukan rekapitulasi data kunjungan dan peminjaman buku secara terstruktur.
Dalam paparan materinya, narasumber mengupas tuntas satu per satu indikator kuesioner, mulai dari ketersediaan judul buku, ketercukupan tenaga pengelola, keterlibatan siswa dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan, hingga frekuensi membaca mingguan. Setiap indikator dijelaskan beserta batasan parameternya agar tidak terjadi kesalahan tafsir saat pengisian lembar survei.
Sesi dialog pun berlangsung dinamis dan interaktif sepanjang pertengahan hingga akhir acara. Para pengelola perpustakaan SMP aktif mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi mengenai dinamika dan kendala pendataan rekapitulasi harian di sekolah masing-masing, seperti keterbatasan sistem pencatatan digital hingga manajemen pembaruan koleksi buku.
Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan komitmen bersama antara Dispusip Bantul dan para pengelola perpustakaan SMP Part 1 untuk terus bersinergi demi mewujudkan ekosistem literasi sekolah yang modern, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Bantul. Melalui kolaborasi ini, diharapkan perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kegiatan literasi yang hidup dan menginspirasi siswa.

Akhir acara ditutup dengan sesi foto bersama
