BANTUL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan literasi terapan. Pada hari Rabu, 16 September 2026, instansi tersebut sukses menyelenggarakan program bertajuk Pelatihan Inklusi Sosial Berbasis Buku.
Inisiatif strategis ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektoral antara pemerintah daerah dan legislatif. Kegiatan tersebut terlaksana atas kolaborasi erat bersama anggota DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono, yang senantiasa mendukung peningkatan kapasitas ekonomi warga melalui jalur literasi.
Pelaksanaan kegiatan bertempat di Sumir 3 Dika, Jalan Jogoripon, Geneng, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat representatif karena berada di tengah lingkungan warga yang antusias mengembangkan usaha produktif skala rumah tangga.
Adapun tema pokok yang diangkat dalam pelatihan kali ini berfokus pada buku panduan praktis berjudul Sukses Cuan Usaha Budi Daya Lele di Kolam Terpal. Pemilihan judul ini disesuaikan dengan potensi pasar lokal serta tingginya minat masyarakat dalam merintis usaha mandiri di sektor perikanan darat.
Acara resmi dibuka oleh jajaran pimpinan Dispusip Kabupaten Bantul yang hadir mewakili kepala dinas. Kepala Bidang Perpustakaan Endri Astuti, S.IP., hadir secara langsung memimpin rombongan, didampingi oleh jajaran pustakawan ahli guna memastikan kelancaran pendampingan literasi informasi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan Dispusip menegaskan bahwa perpustakaan modern saat ini telah bertransformasi fungsi secara signifikan. Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat belajar masyarakat inklusif yang langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan dua narasumber profesional dan kompeten di bidangnya. Materi teoretis maupun teknis disampaikan secara mendalam oleh Nusron Arif Suyono, S.Pt dan Nasuha Alasyar kepada seluruh peserta pelatihan.
Para narasumber tidak hanya memaparkan teori dasar pengelolaan kualitas air dan manajemen pakan lele, tetapi juga membedah bab-bab krusial dari buku acuan. Peserta diajak memahami strategi perhitungan modal, analisis usaha, hingga langkah-langkah mitigasi risiko gagal panen secara sistematis.
Sebagai inti acara yang paling dinantikan, kegiatan ini tidak berhenti pada sesi pemaparan materi di dalam ruangan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan kolam terpal serta penebaran benih lele di lokasi pelatihan, yang dipandu langsung oleh narasumber berdasarkan instruksi tertulis dalam buku.
Melalui penyelenggaraan program inklusi sosial berbasis buku ini, Dispusip Kabupaten Bantul berharap masyarakat dapat mengonversi pengetahuan literasi menjadi keterampilan riil yang bernilai ekonomis. Langkah sinergis ini diyakini mampu melahirkan wirausaha baru yang tangguh dan mandiri di Kabupaten Bantul.

Acara berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama
