Dispusip Bantul Gelar Bedah Buku "Pilar-pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa" di Joglo Guyangan Wonolelo

BANTUL — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul terus berupaya memperkuat literasi berbasis pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat kalurahan. Sebagai bentuk komitmen nyata, Dispusip Bantul menggelar kegiatan Bedah Buku yang mengangkat karya bermutu berjudul "Pilar-pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa". Kegiatan bedah buku ini diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 hingga 16.30 WIB. Pemilihan waktu di sore hari ini disesuaikan agar para tokoh masyarakat, pegiat literasi, dan warga desa dapat hadir secara maksimal tanpa mengganggu aktivitas utama mereka di pagi hari.

 

Acara bertempat di Joglo Guyangan, yang berlokasi di Dusun Guyangan RT 02, Kalurahan Wonolelo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Suasana joglo yang asri dan kental dengan nuansa kebudayaan lokal menciptakan atmosfer diskusi yang hangat, inklusif, namun tetap berbobot. Penyelenggaraan acara ini ditujukan untuk membedah konsep, strategi, dan implementasi praktis mengenai penguatan kapasitas kemandirian desa. Melalui literasi bacaan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu mengenali serta mengoptimalkan potensi lokal yang ada di lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Kegiatan bernilai strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati. Kehadiran beliau menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal program-program penguatan literasi masyarakat hingga lapisan paling bawah. Dalam pembukaannya, Dian Mutiara Sri Rahmawati,  didampingi secara langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Bantul beserta jajaran pustakawan ahli. Kehadiran jajaran manajemen dan tim teknis literasi ini bertujuan untuk memberikan pengawalan penuh terhadap kelancaran dan kualitas diskusi.

 

Sinergi kegiatan ini makin solid berkat kerja sama yang erat antara Dispusip Kabupaten Bantul dengan anggota DPRD Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid. Kolaborasi antara lembaga eksekutif dan legislatif ini menjadi bukti nyata kesamaan visi dalam mendorong kemajuan literasi dan kesejahteraan warga. Dalam sambutan pembukanya, Kepala Dispusip Bantul menekankan bahwa buku bukan sekadar pajangan di rak perpustakaan, melainkan sumber inspirasi dan alat transformasi sosial. Beliau menyampaikan bahwa pemberdayaan desa harus berakar dari pemahaman literasi yang kuat agar setiap program pembangunan tepat sasaran.

 

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Nur Kholis Majid, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya bedah buku di Kalurahan Wonolelo. Beliau menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mengaplikasikan nilai-nilai pemberdayaan yang tertuang di dalam buku. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi bedah buku yang mengupas secara mendalam bab demi bab dari karya "Pilar-pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa". Narasumber menguraikan pentingnya fondasi kepemimpinan lokal, partisipasi warga, serta pemanfaatan teknologi tepat guna dalam memajukan perekonomian desa.

 

Sesi diskusi berlangsung sangat interaktif ketika dibuka ruang tanya jawab bagi para peserta yang hadir. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pamong kalurahan, pengelola perpustakaan desa, hingga tokoh pemuda aktif memberikan tanggapan serta berkonsultasi mengenai tantangan pembangunan di wilayah Wonolelo. Tim pustakawan Dispusip Bantul turut memandu jalannya dinamika diskusi agar poin-poin penting dalam buku dapat ditarik menjadi rekomendasi aksi nyata. Hal ini dimaksudkan agar hasil dari bedah buku ini tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diimplementasikan secara langsung di tingkat RT dan padukuhan.

 

Kegiatan bedah buku ini diakhiri pada pukul 16.30 WIB dengan komitmen bersama untuk menjadikan literasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan desa. Melalui kegiatan ini, Dispusip Kabupaten Bantul berharap semangat membaca dan mempraktikkan ilmu pengetahuan terus tumbuh subur di seluruh pelosok Kabupaten Bantul. 

 

Peserta bedah buku tampak antusias mengisi presensi kehadiran