Bantul — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan layanan literasi yang inklusif melalui kegiatan Peningkatan Literasi Sahabat Perpustakaan bersama SLB Islam Qothrunnada yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Bantul. Kegiatan ini melibatkan 2 guru pendamping bersama 10 siswa/siswi tunanetra dari SLB Islam Qothrunnada Bantul.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan akses literasi inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tunarungu. Dalam kegiatan tersebut, para peserta didampingi pustakawan Dispusip Bantul untuk mengenal layanan perpustakaan ramah disabilitas, termasuk koleksi buku braille dan fasilitas pendukung lainnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan dukungan relawan serta aktivis literasi dari komunitas Read Aloud Jogja dan Relima (Relawan Literasi Masyarakat) yang turut mengisi acara kunjungan. Anak-anak diajak membaca buku, mendengarkan cerita, hingga menceritakan kembali isi bacaan yang telah mereka pahami. Guru pendamping turut membantu menerjemahkan komunikasi agar kegiatan berjalan lebih inklusif dan menyenangkan.
Melalui program ini, Dispusip Bantul berharap perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang nyaman, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kehadiran siswa-siswi SLB juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya membaca serta membangun semangat belajar yang inklusif di Kabupaten Bantul.
Program literasi inklusif ini sejalan dengan semangat Dispusip Bantul dalam meningkatkan budaya baca masyarakat melalui layanan perpustakaan yang ramah anak, edukatif, dan inklusif.
Salam Literasi.. Ayo Membaca..
Bantul Pinter… Bantul Maca…
#DispusipBantul
#DPKBantul
#Dispusip2026
