Dispusip Bantul Berkolaborasi dengan Komisi D DPRD dan Bawaslu Gelar Talkshow Literasi Kewarganegaraan bagi Pemilih Pemula

BANTUL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul berkolaborasi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Bantul dan Bawaslu Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Talkshow Literasi bertajuk "Sosialisasi Literasi Kewarganegaraan bagi Pemilih Pemula" pada Rabu (12/8/2026). Acara yang berlangsung pukul 12.30 hingga 15.30 WIB ini bertempat di Bawaslu Corner, Lantai 2 Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul, Jalan Gajah Mada No. 1, Bantul.

 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Bawaslu Corner di Gedung Perpustakaan Umum Bantul difungsikan sebagai pusat sarana edukasi literasi politik dan kewarganegaraan bagi masyarakat. Melalui penyediaan sarana literasi yang memadai dan ruang diskusi yang inklusif, Dispusip Bantul berkomitmen untuk terus mendukung program pencerdasan kehidupan bangsasecara berkelanjutan.

 

Talkshow literasi ini menghadirkan jajaran narasumber dari Bawaslu Kabupaten Bantul serta Komisi D DPRD Kabupaten Bantul. Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, memaparkan materi strategis terkait mekanisme pengawasan partisipatif guna mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Anggota Bawaslu Kabupaten Bantul, Dewi Nurhasanah, menyampaikan bahwa setiap warga negara yang telah memiliki hak pilih harus menggunakan hak pilihnya dengan baik. Selain memberikan suara, masyarakat juga harus turut serta melaksanakan pengawasan. Menjawab pertanyaan peserta, beliau menjelaskan bahwa pengawasan dapat dilakukan secara individu dan apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya secara langsung ke Bawaslu maupun melalui media elektronik.

 

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Herry Fahamsyah, menguraikan tentang sikap yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin. Beliau berpesan kepada para pelajar untuk terus mengembangkan karakter yang baik, membangun relasi positif, serta mempertahankan etos kerja keras. Sebagai pemilih, generasi muda harus memilih pemimpin yang memiliki karakter dan visi yang jelas, yang dapat dicermati melalui program-program yang disampaikan. Menjawab pertanyaan dari peserta terkait cara mempertahankan integritas, beliau menekankan pentingnya memilih mentor yang baik dan benar serta selalu menjaga niat yang baik.

 

Kegiatan ini secara khusus mengundang para Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari 30 SMA/SMK se-Kabupaten Bantul. Dengan kehadiran mereka diharapkan materi sosialisasi dapat dipahami dan disebarluaskan kembali kepada seluruh warga sekolah masing-masing, sehingga tercipta multiplier effect dalam penguatan literasi kewarganegaraan.

 

Suasana talkshow berlangsung interaktif dan dinamis, ditandai dengan antusiasme tinggi para peserta dalam sesi tanya jawab bersama narasumber mengenai tantangan pemilih pemula di era digital, etika berpolitik di media sosial, hingga peran nyata dalam mengawal demokrasi.