Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Festival Cerita Anak pada Kamis (23/7/2026) di Gedung Layanan Dispusip Kabupaten Bantul. Kegiatan yang mengusung tema “Membaca, Berimajinasi, dan Berkarya Bersama” tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak sejak usia dini. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026.
Festival Cerita Anak menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenal berbagai jenis bacaan, mendengarkan cerita, mengembangkan imajinasi, serta memahami pentingnya membaca sebagai bagian dari proses belajar. Selain menumbuhkan kegemaran membaca, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak serta mendukung pemenuhan hak anak dalam memperoleh akses terhadap informasi dan pendidikan.


Pelaksanaan Festival Cerita Anak merupakan hasil kolaborasi antara Dispusip Kabupaten Bantul, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Bantul. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul, perwakilan DP3AP2KB Kabupaten Bantul, Forum Anak Bantul (Fonaba), Read Aloud Jogja, serta pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah storytelling yang disampaikan oleh pustakawan DPAD DIY, Gandes Yuning Tyas Penyampaian cerita dilakukan secara interaktif dan menarik sehingga anak-anak dapat mengikuti alur cerita dengan antusias. Melalui metode bercerita, anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dapat merangsang daya pikir, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, serta mendorong keberanian untuk berimajinasi dan berkomunikasi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, belajar, dan mengekspresikan kreativitas melalui aktivitas literasi yang sesuai dengan dunia mereka. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan adanya kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, perpustakaan diharapkan semakin dikenal sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan ramah bagi anak.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Dispusip Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan budaya baca di kalangan anak-anak. Anak-anak diharapkan semakin gemar membaca, memiliki keberanian untuk berimajinasi, serta mampu mengembangkan berbagai potensi dan kreativitasnya. Kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

