Berita

Pentingnya Attitude Sebagai Pelestarian Warisan Budaya

Selasa Legi, 16 April 2019 09:23 WIB 183

foto
Foto bersama setelah apel pagi Kabid Kearsipan di dampingi Karyawan/ti Bidang Kearsipan Kabupaten Bantul.

Apel pagi yang di pimpin langsung oleh Singgih Riyadi, SE, MM, Kabid Kearsipan , Selasa 16/4 bertempat loby Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul sedikit agak berbeda. Disampaikan beberapa point penting salah satunya bahwa budaya gotong royong hormat menghomati setia kawan itu merupakan arsip non tekstual yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus kita jaga kelestariannya. Arsip non tekstual hasil olah budi para pendahulu kita memang tidak harus berupa benda atau finansial, akan tetapi nilai-nilai luhur budaya seperti itulah jauh lebih berharga dari segalanya. Tetapi budaya, etika, tingkah laku (Attitude), juga bisa menjadi suatu warisan yang sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya.Bahwa Indonesia itu kaya sekali akan budaya yang arif, memiliki etika yang menjunjung tinggi kesopanan, tingkah laku saling hormat menghormati antar sesama, yang mungkin akhir-akhir ini mulai tergerus jaman. 

Singgih mengatakan Attitude adalah sikap dan perilaku yang Anda tunjukan sehari-hari. Cara berbicara, bertindak, memperlakukan orang lain, semua itu adalah cerminan dari apa yang Anda pikirkan. merupakan komponen yang paling penting dalam membentuk karakter Anda. Tentu saja, attitude yang baik dapat dipelajari dan dilatih. Persaingan dalam dunia kerja yang semakin ketat dari tahun ke tahun membuat setiap orang harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dalam menghadapi dunia kerja. Kriteria permintaan sumber daya manusia saat ini semakin beragam dan dinamis. Setiap ASN maupun PHL karyawan  tidak hanya dituntut untuk memiliki knowledge dan skill yang mumpuni, tetapi juga harus memiliki attitude yang baik. Attitude menjadi peran penting bagi kemajuan organisasi pemerintahan, di mana sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting. Ada 3 point penting yang harus kita miliki yaitu menerima kritik dan masukan, menghargai waktu (disiplin), menghormati rekan kerja dan berkomitmen terhadap pekerjaan. Di akhir pengarahan, Singgih mendorong kepada semua SDM Kearsipan untuk selalu mengembangkan daya pikir dan kreatifitas sehingga inovasi-inovasi dapat dimunculkan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dalam masyarakat.