Berita

Laporan Kerja 2015 Kantor Perpustakaan Umum Kab. Bantul

Kamis Wage, 10 Maret 2016 08:57 WIB 4154

LAPORAN KERJA 2015 KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM KAB. BANTUL

KATA   PENGANTAR

 

Puji dan  syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan HidayahNya, sehingga kami dapat menyusun Laporan Kinerja  Kantor Perpustakaan Umum  Kabupaten Bantul ahun 2015 yang merupakan tahun kelima pelaksanaan Rencana Strategik 2011-2015 dapat diselesaikan.

            Sebagai sebuah organisasi pemerintah dari tahun ke tahun kita semakin dituntut untuk memperlihatkan keberhasilan pencapaian tugas pokok dan fungsi.  Keberhasilan sebuah organisasi akan banyak dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menyampaikan informasi secara terbuka, seimbang dan merata bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholders).Penyampaian informasi kinerja ini dimaksudkan sebagai ungkapan komunikasi capaian kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan dan menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang dicapai. Pelaporan kinerja oleh instansi pemerintah dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKJj) yang merupakan salah satu instrument dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Adapun maksud dan tujuan disusunnya LK J  ini adalah:

1. Sebagai Petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi ini dimaksudkan untuk memberi panduan bagi evaluator untuk:

a. Memahami tujuan evaluasi dan penetapan ruang lingkup evaluasi;

b. Memahami strategi evaluasi dan metodologi yang digunakan dalam evaluasi;

c. Menetapkan langkah-langkah kerja yang harus ditempuh dalam proses evaluasi;

d. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi (LHE) dan memahami mekanisme pelaporan hasil evaluasi serta proses pengolahan datanya.

e.Menjadi panduan dalam mengelola pelaksanaan evaluasi akuntabilitas

 kinerja Instansi Pemerintah bagi pejabat dan staf pelaksana.

f. Menjadi bahan acuan bagi kementerian/lembaga/pemerintah

provinsi/kabupaten/ kota dalam menyusun petunjuk pelaksanaan evaluasi

internal di masing-masing instansi pemerintah tersebut.

2. Tujuan evaluasi akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah ini adalah sebagai berikut:

a. Memperoleh informasi tentang implementasi Sistem AKIP.

b. Menilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah;

c.Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi pemerintah.

d. Memonitor tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi periode sebelumnya.

Pada akhirnya, tidak semua yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan harapan namun, demikian dengan adanya laporan kinerja instansi pemerintah ini kami berharap dapat memperoleh umpan balik untuk peningkatan kinerja Kantor Perpustakaan Umum  Kabupaten  Bantul dengan melalui perbaikan penerapan fungsi-fungsi manajemen secara benar mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi dan pencapaian kinerja hingga dapat mengetahui/menilai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas instansi pemerintah yang akuntabel

 

.

 

 

                                                                                                 Bantul,      Februari 2016

      Kepala Kantor Perpustakaan

 

 

                                                                                                                                                Priyo Harwijayanto,SSi, M.Si

                                                                     NIP. 19681114 199603 1 003

 

DAFTAR ISI

 

KATA   PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI iii

DAFTAR TABEL. iii

BAB  I PENDAHULUAN.. 1

1.1 Gambaran Umum SKPD.. 1

1.2  Tugas Pokok dan Fungsi SKPD.. 1

1.3 . Sumber Daya Organisasi 7

BAB II PERENCANAAN KINERJA.. 12

2.1.  Rencana  Strategis. 12

2.2  Indikator Kinerja Utama. 18

2.3  Perjanjian Kinerja Tahun 2015. 20

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA.. 21

3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama. 22

3. 2  Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja. 25

3.3  Akuntabilitas Keuangan.. 29

BAB IV PENUTUP.. 31

 

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Skala Capaian Kinerja. 22

Tabel 3. 2 Capaian Indikator Kinerja Utama Kantor Perpustakaan Umum... 24

Tabel 3. 3 Analisis Pencapaian Sasaran.. 25

Tabel 3. 4 Analisis Pencapaian Sasaran Meningkatnya Jumlah Koleksi Bahan Pustaka  27

Tabel 3. 5 Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2015. 29

 

 

BAB  I
PENDAHULUAN

 

1.1 Gambaran Umum SKPD

Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul ini memiliki fungsi dan perang yang sangat strategis dalam rangka mengembangkan otonomi daerah hal ini ditunjang oleh  Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor  16  Tahun 2009 tentang perubahan pertama atas Peraturan  Daerah Nomor 17 Tahun 2007 tentang pembentukan organisasi lembaga tekni daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Bantul. Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul yang melaksanakan tugas dibidang perpustakaan dan berkedudukan di Kabupaten Bantul. Berdasarkan peraturan daerah dimaksud, Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul mengemban amanah sebagai pelaksana urusan wajib perpustakaan. Dalam peranannya sebagai urusan wajib perpustakaan lembaga harus siap untuk ikut  serta dalam mencerdaskan bangsa melalui bahan bacaan atau literature yang terseleksi dan uptodate, memberikan layanan baca secara optimal kepada masyarakat baik di lokasi perpustakaan maupun melalui perpustakaan keliling. Hal ini perlu dilakukan karena minat baca masyarakat Bantul masih rendah. Oleh karena itu dengan adanya lembaga perpustakaan daerah diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

                          Adapun dasar hukum terbentuknya Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007  tentang Perpustakaan dan Peraturan Bupati Bantul Nomor 90 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tatakerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul.

 

1.2  Tugas Pokok dan Fungsi SKPD

       Kantor Perpustakaan Umum  Kabupaten Bantul merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang Perpustakaan yang di pimpin oleh kepala kantor yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sebagai tugas pokok kantor perpustakaan umum Kabupaten Bantul adalah :

       melayani masyarakat umum di bidang perpustakaan dan Informasi serta memasyarakatkan perpustakaan.

       Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul mempunyai fungsi  :

  1. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program kebijaksanaan teknis di bidang perpustakaan
  2. Pengadaan,pengumpulan,pengelolaan,penyimpanan,peralatan dan penyajian buku perpustakaan
  3. Pelayanan masyarakat dibidang perpustakaan
  4. Penyelenggaraan kerjasama perpustakaan dengan instansi lain dlingkungan Pemerintah Daerah
  5. Penyelenggaraan kerjasama dengan perpustakaan lain
  6. Pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perpustakaan
  7. Pengelolaan rumah tangga dan tata usaha Kantor Perpustaaan Umum

 

Susunan organisasi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul terdiri dari :

a.   Kepala Kantor                                                               

b.   Kepala Sub Bagian Tata Usaha                                            

c.   Kepala Seksi  Akuisisi dan pengolahan                  

d.   Kepala Seksi Layanan Pustaka dan Informasi                   

e.   Kepala Seksi Layanan Perpustakaan Keliling                   

  1. Kelompok Jabatan fungsional  (Pustakawan). 

Kedudukan dan Tugas Pokok, Rincian tugas dan Fungsi sesuai dengan Perda Nomor 17 Tahun 2007, pasal 27 maka kedudukan dan tugas pokok Kepala Kantor Perpustakaan Umum  Kabupaten Bantul adalah :

a. Memimpin penyelenggaraan tugas dan fungsi Kantor sesuai ketentuan Peraturan perundang-undangan yang berlaku;

b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sesuai Peraturan Bupati Bantul Nomor 90 Tahun 2008, tugas pokok  sub bagian tata usaha, seksi akuisisi dan pengolahan, seksi layanan pustaka dan informasi, seksi layanan perpustakaan keliling dan kelompok jabatan fungsional adalah sebagai berikut :

  1. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas: 
    1. Menyusun rencana kegiatan;
    2. Menyiapkan bahan kerja;
    3. Menyelenggarakan tata naskah dinas, urusan hukum, administrasi kepegawaian, perencanaan, administrasi keuangan, sarana dan prasarana, humas dan protokol, kearsipan, kepustakaan, surat menyurat, serta monitoring dan pelaporan;
    4. Menghimpun, menelaah dan mendokumentasikan peraturan perundang-undangan;
    5. Melaksanakan administrasi dan kearsipan data pegawai;
    6. Menyimpan, memelihara, mengelola dan mendistribusikan barang kebutuhan  dinas;
    7. Melaksanakan koordinasi pengadaan dan pendistribusian kebutuhan rumah tangga;
    8. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    9. Melaksanakan administrasi inventarisasi, dan laporan mempertanggungjawabkan pengelolaan asset.
    10. Mengusulkan penghapusan barang milik daerah;
    11. Memelihara kendaraan dinas;
    12. Melaksanakan administrasi perjalanan dinas bagi pejabat dan staf;
    13. Menyiapkan perlengkapan rapat dan melayani tamu dinas;
    14. Melaksanakan administrasi penerimaan, penyetoran  dan pelaporan pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan  yang berlaku;
    15. Melaksanakan inventarisasi, verifikasi dan pelaporan pelaksanaan anggaran dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran kepada pengelola keuangan atau pengadministrasi keuangan;
    16. Menyusun laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undamgan yang berlaku;
    17. Mengkooordinasikan penyusunan Renstra SKPD dan Renja SKPD;
    18. Mengkoordinasikan penyusunan RKA dan DPA;
    19. Mengkooordinasikan penyusunan bahan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan aerah(LPPD),Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (LAKIP), dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);
    20. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya;
    21. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan masalahan sesuai bidang tugasnya;
    22. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;
    23. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

b. Seksi Akuisisi dan Pengolahan mempunyai tugas :

  1. Menyusun rencana kegiatan;
  2. Menyiapkan bahan kerja;
  3. Melaksanakan pengadaan bahan perpustakaan;
  4. Melaksanakan pengolahan bahan perpustakaan;
  5. Melaksanakan penyajian dan pemberian kelengkapan bahan perpustakaan;
  6. Melaksanakan standar koleksi perpustakaan sesuai dengan standar nasional;
  7. Melaksanakan standar tenaga perpustakaan sesuai dengan  standar nasional;
  8. Melaksanakan standar pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standar nasional;
  9. Menyusun program dan perencanaan kegiatan pengembangan sumber daya manusia kelompok jabatan fungsional pustakawan;
  10. Menyiapkan rencana kebutuhan pendidikan dan latihan kelompok jabatan fungsional pustakawan;
  11. Menyiapkan bahan untuk pelaksanaan tugas jabatan fungsional pustakawan;
  12. Menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk teknis penilaian angka kredit dan verifikasi hasil penilaian angka kredit jabatan fungsional pustakawan;
  13. Mengalih mediakan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat untuk dilestarikan dan didayagunakan;
  14. Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan koleksi perpustakaan;
  15. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan akuisisi serta pengolahan koleksi perpustakaan umum,perpustakaan khusus dan perpustakaan sekolah/madrasah;
  16. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya;
  17.  Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;
  18. Melaksnakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;  dan
  19. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

c. Seksi Layanan Pustaka dan Informasi mempunyai tugas:

  1. Menyusun rencana kegiatan;
  2. Menyiapkan bahan kerja;
  3. Melaksanakan pelayanan perpustakaan yang ada di Kantor;
  4.     Melaksanakan standar penyelenggaraan operpustakaan sesuai dengan standar nasional;
  5. Melaksanakan standar pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standar Melaksanakan standar pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standar nasional;
  6. Menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan yang mudah diakses sesuai dengan standar nasional;
  7. Menyiapkan bahan kerjasama perpustakaan;
  8. Mengembangkan system jejaring perpustakaan;
  9. Menyusun database bahan perpustakaan;
  10. Melaksanakan pelayanan referensi dan sirkulasi bahan perpustakaan yang ada di Kantor Perpustakaan Umum;
  11. Menfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan umum dan perpustakaan khusus;
  12. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan organisasi profesi pustakawan;
  13. Melaksanakan sosialisasi dan pemasyarakatan pengembangan minat baca masyarakat;
  14. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diam bil sesuai bidang tugasnya;
  15. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;
  16. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya; dan
  17. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

d. Seksi Layanan Perpustakaan Keliling mempunyai tugas :

  1. Menyusun rencana kegiatan;
  2. Menyiapkan bahan kerja;
  3. Menyelenggarakan layanan perpustakaan keliling;
  4. Melaksanakan pelayanan referensi dan sirkulasi bahan perpustakaan; yang ada di mobil perpustakaan keliling;
  5. Menetapkan jadwal dan lokasi layanan perpustakaan keliling;
  6. Melaksanakan evaluasi dan survey lokasi layanan perpustakaan keliling
  7. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah atau tindakan yang diambil sesuai bidang tugasnya;
  8. Menginventarisasi, mengidentifikasi dan menyiapkan bahan pemecahan permasalahan sesuai bidang tugasnya;
  9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya; dan
  10. Mengevaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas.

 

 

c. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas :

  1. Menyusun rencana dan program kegiatan sesuai bidangnya;
  2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data sesuai bidangnya;
  3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai bidangnya dalam rangka memperoleh angka kredit sesuai peraturan dan pedoman yang berlaku,
  4.  Memberikan saran-saran atau pertimbangan kepada atasan mengenai langkah-langkah yang diambil sesuai bidangnya;
  5. Menyusun laporan pelaksanaan tugas kepada atasan

1.3 . Sumber Daya Organisasi

Berbagai permasalahan hidup,baik dalam tataran kehidupan individual maupun kelompok,tataran kehidupan organisasi lebih besar lagi tataran kehidupan bangsa akan selalu muncul dan menginginkan penyelesaian yang terarah , proporsional,cepat dan pasti. Hal tersebut membutuhkan informasi atau pengetahuan sebagai pendukung dan penyempurna dalam mengambil dan menentukan keputusan apa yang dapat dengan segera member solusi yang cerdas. Perpustakaan dengan segudang informasi dan pengetahuan dapat meluruskan dan mencerahkan melalui pendayagunaan kekayaan informasi di dalamnya.

 Ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan yang dibahas dan dialihkan kepada masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa, warga biasa hingga orang-orang penting dan terdidik dalam berbagai jenjang pendidikan dapat memberikan keleluasaan pengembaraan berfikir yang sangat mendalam sebagai upaya memecahkan masalah sekaligus untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Melalui upaya yang terus menerus dan serius , perustakaan semakin diperkaya, dimutahirkan dan dikembangkan  dengan dukungan seluruh sumber daya yang tersedia di perpustakaan. Berbagai rekaman hasil perkembangan budaya dan peradapan dapat diketemukan, dipelajari dan dimiliki sebagai bagian proses internalisasi budaya atau pembudayaan berkat adanya koleksi perpustakaan. Dapat dikatakan bahwa apabila bangsa kita ingin dinilai tinggi budayanya berarti harus memiliki perpustakaan yang berkualitas tinggi sebagai wujud dari perkembangan budaya itu. Disisi lain, jika perpustakaan berkualitas baik dalam tugas pelayanan dengan benar maka perpustakaan yang berkarakteristiknya yang demokratis juga akan menfasilitasi peningkatan kebudayaan suatu bangsa. Hal ini berarti keberadaan perpustakaan menjadi keniscayaan dalam masyarakat yang berbudaya. Baik sebagai titik tolak atau prasyarat suatu proses maupun sebagai hasil atau wujud dari pembudayaan. Adalah tugas dari pemerintah untu mengembangkan dan mendukung kebudayaan warganya sekaligus mendukung kebudayaan secara berkelanjutan.sehingga pemerintah menjamin adanya perpustakaan.

1)  Struktur organisasi  :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2) . Personalia

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul  sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Keputusan Bupati Bantul Nomor 90 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja  Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. maka susunan personalia  sebagai berikut :

No

Nama

Jabatan

Pendd.

1.

Priyo Harwijayanto,S.Si,M.Si

Kepala Kantor

S 2

2.

E.Rida Windariyati,SH

Ka Subbag TU

S1

3.

Dra.Dwi Ratna Suprihastuti, M.Kes, M.Acc

Kasi Akuisisi dan

Pengolahan

S2

4.

Ir, Mimi Sumiati, MMA

Kasi  Layanan Pustaka dan Informasi

S 2

5

Suryanti,SH

Layanan Perpustakaan  Keliling

S 1

6

Suyatna,A.Ma

Pustakawan

D2

7

Sumartinah

Pustakawan

SLTA

8.

Harjono,A.Ma

Pustakawan

D2

9.

Fitri Widiastuti,A.Md

Pustakawan

D3

10.

M.Mufti Abdul Majid,A.Md

Pustakawan

D3

11.

Yuliana Kristiyani S,A.Md

Pustakawan

D3

12.

Ariyanto,A.Md

Pustakawan

D3

13.

Rika Hardiana,A.Md

Pustakawan

 D3

14.

Harry Respati,SH

Staf

S1

15

Retno Puji Lestari

Staf

D3

16.

Jawadi,S.Pd

Staf

S1

17.

Agus Sajarwa,SE

Staf

S1

18.

Suratmi,SIP

Staf

S1

19

Eko Mardiyanto

Staf

SLTA

20

Ismayono

Staf

SLTA

21

Kodrat

Staf

SLTA

22

Didik Ani Suwardiyanto

Staf

SLTA

23

Ahmad Suranto,A.Md

Staf

D3

24

Kristia Susi Widyaningsih,SH

Staf

S1

25

Sumarti,A.Md

Staf

D3

26

Sri Umi Maryanti

Staf

SLTA

27

Ngatijan,A.Md

Staf

D3

28

Nur Basuki

Staf

SLTA

29

Suradiyanto

Staf

SLTA

Apabila dilihat dari jumlah  SDM pengelola layanan kantor perpustakaan umum dibandingkan dengan jumlah yang harus dilayani masih belum memenuhi rasio kecukupan. Sehingga perlu penambahan SDM untuk hal tersebut.

1.4  Isu Strategis yang dihadapi SKPD

          Dalam pelaksanaan kegiatan terkait tugas pokok dan fungsi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten  Bantul tentu selalu akan dihadapkan pada keberhasilan maupun permasalahan, Namun demikian permasalahan dan keterbatasan yang ada bukan menjadi penghalang kegiatan, namun harus menjadi motivasi untuk bergerak maju kearah lebih baik. Permasalahan yang ada selanjutnya menjadi isu-isu strategis yang akan menjadi dasar kebijakan penetapan visi,misi,tujuan dan sasaran sehingga visi,misi, program dan  kegiatan di harapkan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Isu-isu strategis yang dihadapi oleh Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul diantaranya :

1. Belum terbentuknya budaya baca masyarakat sehingga apresiasi terhadap   perpustakaan  dan pemanfaatan potensi perpustakaan belum optimal;

2. Keaneka ragaman koleksi bahan pustaka masih terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat;

3. Pertumbuhan perpustakaan kelurahan belum optimal;

4. Masih rendahnya kesadaran aparatur dalam pengelolaan  dilingkungan Pemerintah Daerah;

6. Layanan Perpustakaan baru sebagian kecil saja menjangkau ke seluruh wilayah Kanbupaten Bantul;

7. Jumlah kualitas tenaga pengelola perpustakaan belum memadai.

     1.5  Sistematika Pembahasan

            Sistematika Penulisan Laporan Kinerja ( LK j )

Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul adalah :

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I           PENDAHULUAN

  Menguraikan tentang gambaran umum SKPD, tugas pokok dan fungsi SKPD, Isu strategis yang dihadapi SKPD dan Sistematika penulisan.

BAB II          PERENCANAAN KINERJA

                     Menguraikan tentang perencanaan strategis sebelum reviu dan perencanaan strategis setelah reviu

BAB III         AKUNTABILITAS KINERJA

Menguraikan tentang capaian IKU, pengukuran,evaluasi dan analisis capaian kinerja,akuntabilitas keuangan

BAB IV           PENUTUP

                        Menjelaskan tentang penutupan Laporan Kinerja ( LKj ) yang menggambarkan hasil kinerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul dan evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran.   

 

 

 

BAB II
PERENCANAAN KINERJA

 

            Perpustakaan merupakan salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Penegasan tersebut tertuang dalam  Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Bahwa dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa,perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi berupa karya tulis,karya cetak dan atau karya rekam. Perpustakaan dikatakan sebagai sarana mencerdaskan dikarenakan perpustakaan melalui ketersediaan potensi sumber daya karya intelektual yang ada didalamnya. Jika dimanfaatkan seluas luasnya oleh masyarakat akan  dapat menjadi  fasilitaas baagi terciptanya suatu tatanan masyarakat yanag terinformasi. Oleh karena itu perluasan layanan perpustakaan perlu terus ditumbuh kembangkan agar akses masyarakat terhadap sumber bacaan yang berkualitas dapat selalu terpenuhi. Disamping itu sebagai fasilitas interaksi individu dengan ilmu pengetahuan. Perpustakaan melalui  seluruh potensi yang ada juga dapat membangun ketrampilan, produktivitas dan kepribadian luhur.

            Selain sebagai sarana pendidikan, penelitian, preservasi dan penguatan ilmu pengetahuan serta kebudayaan, perpustakaan juga dapat memberikan fungsi melalui sajian informasi dan pengetahuan yang menarik dan menyenangkan ditambah fasilitasi yang baik sehingga pemustaka merasa betah dan nyaman berada didalamnya. Karena penguatan terhadap infrasturktur perpustakaan harus selalu dilakuan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis sebagai upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan yang kuat dari sebagian besar masyarakat Indonesia untuk kegiatan membaca melalui buku,Koran, majalah, CD - Rom dan akses internet.

Meskipun pembangunan perpustakaan sudah mengalami berbagai kemajuan namun masih terdapat permasalahan dan tantangan yang dihadapi antara lain

2.1.  Rencana  Strategis

Rencana Strategis Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul adalah  merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan beerkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul.

Disamping itu pula, Renstra Kantor Perpustakaan Umum diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi dengan Perpustakaan Nasional RI, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah  Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai suatu sistem perencanaan pembangunan nasional.

            Penyusunan Renstra Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul telah melalui tahapan-tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Tahun 2011-2015 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musrenbang RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten merupakan hasil kesepakatan  dengan stakeholder.

A. Visi 

        Visi :  Pemerintah Kabupaten Bantul

“ Bantul Projotamansari Sejahtera Demokratis dan Agamis “

 Visi dan Misi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul

     Dengan memperhatikan kondisi internal maupun eksternal yang ada di Kantor Perpustakaan Umum maupun di Lingkungan Kabupaten Bantul, maka Visi,Misi sebagai berikut :

      -  Visi

Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bantul yang gemar membaca agar terbebas dari kebodohan, keterbelakangan,ketertinggalan arus informasi dan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan otonomi daerah dalam memasuki  era globalisasi dan era informasi

B. Misi                                                                                                                    

 a) .Mencerdaskan kehidupan bangsa pada umumnya dan masyarakat

          Kabupaten Bantul pada khususnya

b) Mendorong dan memotivasi tumbuh dan berkembangnya, semangat dan minat baca masyarakat Kabupaten Bantul.

c) Meningkatkan peran serta/partisipasi dan kontribusi masyarakat Kabupaten  Bantul dalam upaya mengembangkan dan memberdayakan perpustakaan, memberi pelayanan perpustakaan ke desa terisolir dan terpencil melalui perpustakaan keliling

d ) Melembagakan sikap masyarakat Kabupaten Bantul untuk gemar membaca.

 

C.  Tujuan dan Sasaran

a).Tujuan                                                                                                           Terwujudnya perpustakaan di Kabupaten Bantul yang berkualitas serta berdayaguna dan berhasil guna sesuai kebutuhan masyarakat.

  b).Sasaran                                                                                         

Meningkatnya cakupan pelayanan perpustakan..Artinya bahwa  setiap sasaran yang ingin dicapai  adalah gambaran nyata dan terukur dari berbagai kegiatan yang dilaksankan dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

 

 

Tabel 2. 1
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
 

Visi

Misi

Tujuan

 

Sasaran

 

Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bantul yang gemar membaca agar terbebas dari kebodohan, keterbelakangan, ketertinggalan arus informasi dan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan otonomi daerah dalam memasuki  era globalisasi dan era informasi

 

a) .Mencerdaskan kehidupan bangsa pada umumnya dan masyarakat    

 Kabupaten Bantul pada khususnya

b) Mendorong dan memotivasi tumbuh dan berkembangnya, semangat dan minat baca masyarakat Kabupaten Bantul.

 c) Meningkatkan peran serta/partisipasi dan kontribusi  desa terisolir dan terpencil melalui perpustakaan keliling

d ) Melembagakan sikap masyarakat Kabupaten Bantul untuk gemar membaca

Terwujudnya perpustakaan di Kabupaten Bantul yang berkualitas serta berdaya guna dan berhasil guna sesuai kebutuhan masyarakat.

Meningkatnya cakupan pelayanan perpustakan..  artinya bahwa  setiap sasaran yang ingin dicapai  adalah gambaran nyata dan terukur dari berbagai kegiatan yang dilaksankan dalam kurun waktu satu tahun anggaran..

 

Tabel 2. 2
Sasaran, Idikator Kinerja, Satuan, Target dan Program

No

 

sasaran

Indikator Kinerja

Satuan

 

Target

Program

 

Meningkatnya cakupan layanan masyarakat

Persentase Pemustaka pertahun

%

0, 25

Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan

 

Meningkatnya keaneka ragaman  bahan pustaka

Jumlah koleksi  Bahan Pustaka

Eks

57.000

 

Terwujudnya Peningkatan Pelayanan Publik

IKM Layanan Perpustakaan

Nilai

70,75

1. Program   Pemeliharaan

    Rutin/Berkala Sarana    dan Prasarana

    Perpustakaan

2. Peningkatan Kualitas    Layanan Informasi

 Perpustakaan dan

     Budaya Baca

 

Meningkatnya  Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi

Nilai Evaluasi AKIP

Nilai

68

1  Program Pelayanan

Administrasi

Perkantoran

2. Program Peningkatan

Sarana dan Prasarana

Aparatur

3.  Program Peningkatan

 Disiplin Aparatur

4.  Program Peningkatan

Kapasitas Sumber Daya

 Aparatur

5  Program Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian  Kinerja dan Keuangan

 

 

Persentase Temuan BPK/ Inspektorat yang ditindaklanjuti

%

100

D.Strategi dan Arah Kebijakan

 

Untuk mewujudkan sasaran yang hendak dicapai harus dipilih strategi yang tepat agar sasaran tersebut dapat tercapai. Strategi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul mencakup penentuan kebijakan, program dan kegiatan.

Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait dan ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk bagi setiap kegiatan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditentukan. Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kegiatan merupakan penjabaran lebih

lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian sasaran kinerja yang memberikan kontribusi bagi pencapaian tugas pokok dan fungsi. Kegiatan berdimensi waktu tidak lebih dari satu tahun. Kegiatan merupakan aspek operasional/kegiatan nyata dari suatu rencana kinerja yang berturut-turut diarahkan untuk mencapai sasaran. Adapun penjelasan lebih rinci kebijakan dan program untuk pencapaian sasaran adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan layanan dan kualitas sarana dan prasarana  perpustakaan, melalui   strategi:

a. Meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan;

b. Mengembangkan pelayanan perpustakaan keliling ( dengan sistem peminjaman paket buku dan layanan peminjaman ditempat).

c. Pelayanan pada hari libur ( Sabtu-Minggu) kecuali hari besar dan cuti bersama.   d. Peningkatan kualitas pelayanan informasi perpustakaan dan

2.  Meningkatkan penambahan koleksi bahan pustaka melalui strategi:

Melaksanakan pengadaan koleksi bahan pustaka.

3.  Meningkatkan pembinaan dan pengawasan perpustakaan melalui strategi:

Melaksanakan pembinaan pengelolaan perpustakaan

4  Mewujudkan pelayanan prima, melalui strategi:

a. Memberikan pelayanan perpustakaan secara prima

     b. Meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan

5.  Meningkatkan laporan keuangan tepat sasaran dan tepat waktu  melalui strategi:

a. Melakukan peningkatan pelayanan administrasi perkantoran

b. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

c. Peningkatan disiplin aparatur

d. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

e. Melaksanakan peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

 

2.2  Indikator Kinerja Utama       

            Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan        dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bantul telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat Pemerintah Daerah dan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Peraturan Bupati Bantul Nomor 45 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Bantul Nomor 16 B Tahun 2011 tentang  Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Bantul  Tahun 2011 – 2015. Adapun penetapan target Indikator Kinerja Utama Kantor Perpustakaan  Umum Kabupaten Bantul Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2. 3
Target Indikator Kinerja Utama Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul Tahun 2015 (SEBELUM REVIU)

Sasaran  Strategis

Indikator Kinerja

Utama

(SEBELUM REVIU)

Indikator Kinerja

Utama

(SETELAH REVIU))

Meningkatnya cakupan pelayanan perpustakaan

Jumlah pemustaka / pengunjung Perpustakaan pertahun

Persentase pemustaka / pengunjung  perpustakaan pertahun

Peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka

Peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka

 

 

 

Tabel 2. 4
Indikator Kinerja Utama dan Formulasi

Sasaran  Strategis

Indikator Kinerja

Penjelasan

(formulasi pengukuran,tipe penghitungan,sumber data)

Meningkatnya cakupan pelayanan perpustakaan

Persentase Jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan

Formulasi pengukuran: jumlah pengunjung perpustakaan di Bantul tahunan dibagi jumlah penduduk bantul dikalikan seratus persen.

Tipe penghitungan: Kumulatif

Sumber data: Kantor Perpustakaan Umum

 

Tabel 2. 5
Indikator Kinerja Utama dan Penjelasan

No

Uraian

Penjelasan

1

Meningkatnya jumlah masyarakat yang mengakses perpustakaan  ( Jumlah Pengunjung )

Upaya kantor perpustakaan umum Bantul untuk menyediakan koleksi maupun kegiatan kegiatan pendukung lainnya bermuara pada sejauh mana masyarakat dapat memanfaatkannya . Semakin tinggi jumlah masyarakat yang mengakses perpustakaan menunjukkan tingkat keberhasilan pemanfaatannya.

2

Peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka

Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul bertanggungjawab mengembangkan koleksi baik lokal maupun koleksi nasional sebagai basis dari  kegiatan menyediakan kebutuhan  informasi bagi masyarakat yang akan menfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan melestarikan hasil  budaya bangsa serta menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan, baik melalui bahan bacaan, maupun terjemahan, alih aksara dan alih media.

 

2.3  Perjanjian Kinerja Tahun 2015

 

Perjanjian Kinerja merupakan bagian dari rencana kinerja tahunan yang menjadi bagian terpenting bagi pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan Daerah karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Penetapan Kinerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul Tahun 2015 mengacu pada dokumen Renstra Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul Tahun 2011- 2015, dokumen Rencana Kinerja Tahunan , dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2015,dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2015 Berdasarkan hasil Reviu dengan Kemenpan & RB, berikut merupakan Perjanjian Kinerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul :

a)                                  

Tabel 2. 6
Perjanjian Kinerja Tahun 2015

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Satuan

Target

Meningkatnya cakupan pelayanan perpustakaan

1.Persentase Jumlah    Pemustaka yang berkunjung  ke Perpustakaan

%

0,.25

Persentase perpustakaan desa

%

     100

               

b)      Anggaran APBD

      1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran                      Rp.    326,536,000

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur     Rp.    678,364,550

      3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur   Rp.          5,965,000

        4.             Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

            Capaian Kinerja dan Keuangan                                             Rp.        4,945,000

       5.  Program Pengembangan Budaya Baca dan

Pembinaan  Perpustakaan                                                                  Rp. 1,697,150,800

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

 

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.Kantor Perpustakaan umum Kabupaten Bantul  selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban

berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja  sesuai ketentuan

yang diamanatkan dalam Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran

penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis

yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2011-2015 maupun Renja Tahun 2016. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah.

 Capaian indikator kinerja utama (IKU) dan capaian indikator kinerja makro diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masingmasing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal dengan pendekatan petunjuk pelaksanaan evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, sebagai berikut :

 

 

 

 

Tabel 3. 1
Skala Capaian Kinerja

NO

Warna

prosentase

 

Keterangan

 

1

 

< 100%

Tidak Tercapai

2

 

= 100%

Sesuai Target

3

 

> 100%

Melebihi Target

 

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% (>100%) dikategorikan berada pada angka capaian kinerja MELEBIHI TARGET sementara pada aplikasi silakip diberikan indikator warna Biru. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai sama dengan 100% (=100%) termasuk pada angka capaian kinerja SESUAI TARGET dan pada Aplikasi silakip diberikan warna Hijau. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 100% (<100%) termasuk pada angka capaian kinerja TARGET TIDAK TERCAPAI dan pada Aplikasi silakip diberikan warna Merah. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya target kinerja yang diharapkan.

Dalam laporan ini, Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul  dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran ditetapkan dalam dokumen Renstra 2011 -2015 maupun Renja Tahun 2015. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.

3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama

 

Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkannya akredibilitas kinerja pemerintah pada setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itupertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan

ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui  Peraturan Bupati Bantul Nomor 45 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Bantul Nomor 16 B Tahun 2011 tentang  Penetapan Indikator Kinerja Utama ( IKU) Kabupaten Bantul  tentang Indikator Kinerja Utama Kantor Perpustakaan umum Kabupaten Bantul Tahun 2011– 2015. juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama reviu Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul 2015 menunjukan hasil sebagai berikut:

 

 

 

Tabel 3. 2
Capaian Indikator Kinerja Utama Kantor Perpustakaan Umum

Kabupaten BantulTahun 2015

 

No

 

                 Tujuan

 

   Sasaran

   Strategis

 

             Indikator

   Kinerja

 

          Satuan

 

Target

 

          Realisasi

 

           Capaian (%)

 %

 

 

           Keterangan

 

1

          2

         3

         4

  5

       6

      7

    8

      9

1

Terwujudnya

perpustakaan di Kabupaten Bantul yang

berkualitas serta

yang  berdaya

guna  dan

berhasil guna

sesuai kebutuhan masyarakat.

Meningkatnya

 cakupan

pelayanan

perpustakaan.

Persentase

Pemustaka/

Pengunjung

perpustakaan

 pertahun

%

0,25

 0,28

112

jumlah pengunjung perpustakaan di Bantul tahunan dibagi jumlah penduduk

Bantul usia 5- 59 Tahun kali seratus persen.

 

Peningkatan

Jumlah   koleksi

bahan pustaka

eks

57.000

97.289

171

 

Jumlah akumulasi

bahan pustaka

sampai Th. 2015

Persentase perpustakaan desa

%

     100

100

 

100

Semua Desa/ komunitas

Punya perpustakaan namun yang aktif  26 lembaga ( 35%)

 

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa tingkat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) menunjukan pencapaian rata-rata melebihi target dan hal tersebut mencerminkan keberhasilan yang cukup memuaskan.

Dalam upaya peningkatan hasil kinerja instansi yang telah dilakukan,Kantor Perpustakaan Umum kabupaten Bantul  akan terus melakukan penataan sarana dan

prasarana baca, salah satunya perluasan ruang baca, penambahan komputer layanan, penambahan  jaringan Internet agar aksesbilitas internet lancar.

3. 2  Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja

Pengukuran dan Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu.

Pengukuran/penentuan dilakukan supaya tingkat efektivitas yang antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak dapat sesuai. Selain itu,evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja .yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandingan-pembandingan antara :

  •  kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.
  • kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.

Selanjutnya dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 3. 3
Analisis Pencapaian Sasaran

Jumlah pengunjung layanan perpustakaan ( kantor dan keliling)

Indikator

Kinerja

Utama

Tahun 2014

Tahun 2015

Target

( orang)

Realisasi

( Orang)

Capaian (%)

Target

( %)

Realisasi

( %)

 

Capaian

( %)

Persentase mustaka/     Pengunjung                 perpustakaan                     pertahun

145000

214611

148

0,25

0,28

125

 

 

Tabel diatas memperlihatkan capaian kinerja sebesar 125 % dari target 100%. Pada tahun 2015  jumlah pemustaka sebanyak 218. 521 orang dari total populasi penduduk Kabupaten Bantul Usia 5-59 Tahun sebanyak 774.401 orang. Jumlah pemustaka naik 0,3 %. Namun berdasarkan evaluasi Renstra Target pemustaka 2015  adalah 170.000 orang dan realisasi 218.521 atau  naik sebanyak 48.521 orang dari target tersebut. Adapun pendataan terhadap pemustaka kami akumulasikan dari :                                                                                                

.

2. Kegiatan Perpustakaan Keliling ke Sekolah-sekolah, dan Komunitas

 

Namun demikian pada pelaksanaan sasaran meningkatnya minat baca masyarakat terdapat beberapa faktor penghambat yang dihadapi, berikut disampaikan beberapa masalah, pemecahan dan faktor pendukung:

 

Faktor Pendukung

Permasalahan

 

Rekomendasi/Solusi

 

1.Terdapatnya sarana

mobilitas seperti Mobil

Unit Perpustakaan

Keliling (MUPK)

2.Adanya forum

   komunikasi perpustakaan kabupaten dan Forum komunikasi perpustakaan DIY

3.Pemustaka

1. Rendahnya Minat Baca

Masyarakat Kabupaten

Bantul

2.Terbatasnya SDM

pengelola perpustakaan

1. Perlu melakukan peningkatan layanan dan inovasi layanan dengan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi

2. Perlu dilakukaan

    penambahan SDM

 

 

Tabel 3. 4
Analisis Pencapaian Sasaran Meningkatnya Jumlah Koleksi Bahan Pustaka  

 

 

Tahun 2014

Tahun 2015

Indikator

Kinerja

Utama

Satuan

Target

Realisasi

Capaian (%)

Target

Realisasi

 

 

Capaian

( %)

Jumlah Koleksi Bahan Pustaka

Eksemplar

52.000

62.489

120

57.000

97.289

171

 

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui pula bahwa realisasi akumulasi bahan pustaka sampai dengan tahun 2015 mencapai 171 % atau 97.289 eksemplar capaian kinerja  jumlah bahan pustaka melebihi target jika dibandingkan dengan jumlah bahan pustaka 2014 maka ada kenaikan capaian 51%.atau bertambah 34.800 eksemplar

Namun demikian pada pelaksanaan sasaran Meningkatnya Koleksi  Bahan Pustaka terdapat beberapa faktor penghambat yang dihadapi, berikut disampaikan beberapa faktor pendukung, masalah, dan solusi :

 

Faktor Pendukung

Permasalahan

 

Rekomendasi/Solusi

 

1.Terdapatnya koleksi

bahan pustaka yang

selalu up to date setiap

tahunnya

2. Adanya Pemustaka

3. Adanya Anggaran

1. Belum maksimalnya

koleksi bahan pustaka yang

dibutuhkan oleh masyarakat

2. Rendahnya informasi dari

penerbit tentang bahan

pustaka yang terbaru

(judul-judul baru)

3. Kurangnya SDM untuk

mengelola bahan pustaka

1. Memaksimalkan

kebutuhan bahan

pustaka bagi      masyarakat dengan    makukan

survey kebutuhan  bahan pustaka

2  Perlu dilakukaan        koordinasi secara       rutin dengan penerbit

3. Perlu dilakukaan

penambahan SDM

 

3.3  Akuntabilitas Keuangan

 

Selama tahun 2015  pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul total nilai keseluruhan adalah sebesar  Rp.4.534.505.050,- sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp.4.263.112. 793 atau dengan serapan dana APBD mencapai 94%, dengan demikian dapat dikatakan tahun 2015 dengan kondisi efisiensi anggaran adalah Rp.271.392.257,- Hal ini merupakanupaya penghematan penggunaan anggaran agar lebih efisien.Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan

pencapaian target kinerja tujuan dan sasaran pada setiap Misi Renstra Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul  pada tahun 2015,dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. 5
Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2015

URAIAN

APBD

REALISASI

%

a. Belanja tidak langsung

1746.212.000

          1664.329..665

%

  b. Belanja Langsung

    - .Belanja Pegawai

    - .Belanja Barang dan Jasa

    -  Belanja Modal

2.788.293.050,00

377.855.000,00

1.569.002.500,00

841.435.550,00

2.598.783.128,00

361.455.000,00

1.455.694.628,00

781.633.500,00

93,20%

95.66%

92,78%

92,89%

 

Belanja Pegawai merupakan belanja yang dipergunakan antara lain untuk honorarium pengelola keuangan dan barang, honorarium Non PNS, honorarium tim pengadaan barang dan jasa, honorarium, honorarium panitia pelaksana kegiatan, honorarium tim layanan perpustakaan keliling, honorarium Tim layanan hari Sabtu dan Minggu, honorarium tim pengolahan bahan pustaka dan sebagainya sebesar Rp. 377.855.000,00 terealisir sebesar Rp. 361.455.000,00 atau  95,66% dengan sisa sebesar Rp. 16.400.000,00.

Belanja Barang dan Jasa merupakan belanja yang dipergunakan antara lain untuk :enyediaan jasa surat-menyurat dan penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan  listrik; Penyediaan ATK, barang cetakan dan penggandaan;Penyediaan makan minum rapat koordinasi dan tamu; Untuk pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas;Belanja perjalanan dinas;Penyediaan jasa kebersihan;Belanja bahan bacaan dan peraturan perundangandan sebagainya

               Dari rencana anggaran sebesar Rp.1.569.002.500,00 Terealisir sebesar Rp. 1.455.694.628,00 atau 92,78% dengan sisa sebesar Rp. 113.307.872,00 Sedangkan Belanja Modal merupakan belanja yang dipergunakan untuk pengadaan bahan pustaka, pembelian peralatan dan perlengkapan Kantor Perpustakaan Umum berupa pengadaan computer/PC, pengadaan CCTV, pengadaan meubelair (rak buku), pengadaan home use (tralis), pengadaan bahan pustaka, renovasi ruangan kantor (pembuatan sekat) . Dari rencana anggaran sebesar Rp. 841.435.550,00 terrealisir sebesar Rp. 781.633.500 atau 92,89% dengan sisa sebesar Rp. 59.802.050,00.

Dari penjelasan pos-pos laporan keuangan Kantor Perpustakaan Umum disimpulkan bahwa laporan realisasi anggaran belanja adalah sebagai berikut :

Dari anggaran belanja Kantor Perpustakaan Umum tertuang dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp. 2.788.293.050,00 terealisir sebesar Rp. 2.598.783/128,00 atau  93,20% dengan sisa sebesar Rp. 189.502.922,00. (Rp. 25.166,00 merupakan sisa kas yang disetor kembali ke kas daerah dan Rp. 189.477.756,00 merupakan sisa anggaran yang tidak dicairkan dan masih di Rekening Kas Daerah). Hal ini disebabkan antara lain karena efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan Kantor Perpustakaan Umum dengan tetap mengutamakan hasil yang dicapai.

 

 

BAB IV
PENUTUP

Laporan Kinerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul  Tahun 2015 merupakan pertanggung jawaban tertulis atas penyelenggaraan pemerintah yang baik.  Pembuatan LKj  ini merupakan langkah yang baik dalam memenuhi harapan Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Sebagai upaya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik sebagaimana diharapkan oleh semua pihak.

LKj  Tahun 2015  ini dapat menggambarkan kinerja Kantor Perpustakaan Umum dan Evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran, juga dilaporkan analisis kinerja yang mencerminkan keberhasilan dan kegagalan.

            Secara umum capaian kinerja Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul pelaksanaan anggaran 2015 relatif baik dan berhasil. Indikasi keberhasilan tersebut terbukti dari besarnya tingkat capaian kinerja kegiatan dan sasaran prioritas yang telah ditetapkan, meskipun tidak dipungkiri bahwa masih ada beberapa kegiatan yang tingkat capaiannya dibawah 100%.

            Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Kantor Perpustakaan Umum Tahun 2015 merupakan laporan kelima  dari  periode Renstra 2011-2015. Untuk itu diharapkan agar laporan ini menjadi feed back atau umpan balik dan mendorong semua aparatur Kantor Perpustakaan Umum Bantul untuk lebih bersungguh-sungguh. Sehingga dapat mewujudkan  perpustakaan daerah yang berkualitas baik  dan keberadaannya dapat memberikan kontribusi pada proses pencerdasan masyarakat kearah yang lebih baik.

 

 
 

      Bantul, 29 Februari 2016

Kepala Kantor

 

 

 

 

 

  Priyo Harwijayanto, S.Si.,M.Si NIP.19681114 199603 1 003